Header Ads

ad

Menikmati Air Goa Hawang Berwarna Biru Safir di Kepulauan Kei

Menikmati Air Goa Hawang yang Berwarna Biru Safir di Kepulauan Kei

Goa ini bernama Goa Hawang atau dalam bahasa setempat disebut sebagai Wear Lian Hawang. Di dalam goa terdapat air yang sangat jernih, berwarna biru seperti batu safir. Airnya sangat sejuk dan sangat segar ketika mandi.

Dalam cerita mitos masyarakat sepempat, Goa ini ditemukan oleh seorang pemburu dan 4 anjing miliknya pada zaman dahulu. Karena haus, si pemburu berniat untuk meminum habis seluruh air yang ada di dalam goa, namun dia tidak berhasil karena dikutuk menjadi batu besar yang menjulang ke atas.

Sebenarnya kalau kita lihat dalam pembentukan goa, batu besar dan beberapa batu kecil yang ada di dasar goa yang menjulang ke atas merupakan stalagmit dan juga batu stalaktit yang menjulur ke bawah. Keduanya menambah keindahan goa.

Goa ini memiliki dua lapisan air yakni air dangkal dan air dalam. Gambar di atas menunjukkan lokasi air dangkal.

Menikmati Air Goa Hawang yang Berwarna Biru Safir di Kepulauan Kei

Air Goa Hawang terletak di Desa Letvuan, Kec. Hoat Sorbay,  Kab. Maluku Tenggara - Propinsi Maluku. Perjalanan dari langgur ke lokasi wisata ini dapat ditempuh dalam waktu 30 menit melalui Jln. K.H. Abdurrahman Wahid atau melalui jalan poros desa Debut.

Menikmati Air Goa Hawang yang Berwarna Biru Safir di Kepulauan Kei

Tampak bagian atas atau bagian depan goa. Dari sini kita sudah bisa melihat stalaktit yang tumbuh dari atas ke bawah. Goa ini terlihat seperti tenggorokan manusia.

Lokasi wisata alam ini memiliki pondokan-pondokan kecil sebagai tempat istirahat, dan ada beberapa pondokan lagi sedang dalam pengembangan.

Sebenarnya lokasi ini memiliki dua air goa, yang satu kecil dan sempit sedangkan yang satunya lagi luas dan dikembangkan sebagai lokasi wisata. Untuk masuk ke dalam lokasi wisata Air Goa Hawang anda akan dikenakan biaya sebesar Rp. 5000 bagi pengguna roda dua, sedangkan yang menggunakan mobil sebesar Rp. 10.000.

Segarnya Air Goa Berwarna Biru Safir membuat saya ingin berlama-lama di dalamnya. Bagaimana dengan kamu?

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jufri Derwotubun (@jurnal_pengembara) pada

Tidak ada komentar